Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB

Riyono Caping : Bawang Putih Bisa Swasembada, Impor Untungkan Petani Asing 

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 06 Feb 2026 11:19 WIB
Riyono Caping Aleg DPR Komisi IV 
Riyono Caping Aleg DPR Komisi IV 

Bahan pokok bawang putih sampai saat ini masih di penuhi 96�ri impor, hanya 4% produksi dalam negeri. Kebutuhan setiap tahun sekitar 700 ribu ton dengan harga per kg antara 17.000 - 25.000/kg. Artinya setiap tahun kita mengeluarkan uang kisaran trilyunan rupiah agar kebutuhan bawang putih terpenuhi. 

“Selama ini sudah puluhan tahun kita di doktrin bahwa bawang putih kita gak bisa swasembada, kenapa? Karena di situ ada impor dan ada mafia rente yang mereguk keuntungan trilyunan rupiah dari proses impor” papar Riyono Caping Aleg DPR Komisi IV.

Apa bisa kita swasembada? Teorinya sangat bisa. Dalam kunjungan spesifik di Karanganyar Jawa Tengah komisi IV mendengarkan paparan dari Dirjen Holtikultura bahwa untuk swasembada bawang putih bisa dilakukan dalam waktu 3 tahun, atau 2029 dengan persiapan mulai 2026 ini. 

“Kalau ada politik anggaran dan kemauan sebenarnya bisa dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan bawang putih kita butuh 100.000 benih, 120.000 Ha lahan dengan kebutuhan anggaran kisaran 7 Trilyun. Angka yang masih terjangkau untuk menghasilkan swasembada dan terhindar dari mafia serta negara asing” papar Riyono. 

Lalu kenapa gak segera di mulai? Inilah tantangan beratnya. Para importir dan mafia rente terlalu lama menikmati ketidakberdayaan ini. Mereka memanfaatkan isu bahwa Indonesia tidak bisa swasembada bawang putih, lebih baik dan mudah impor saja. Petani asing yang untung, petani Indonesia gigit jari dari bawang putih ini. 

“Setelah beras, berikutnya jagung dan juga bawang putih. Indonesia mampu, anggaran harusnya tersedia karena visi Presiden adalah kedaulatan pangan berbasis produksi dalam negeri, bukan impor” tutup Riyono. (Red)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bonek Green Army Rayakan Anniversary ke-17, Optimisme Juara Persebaya Menguat

Bonek Green Army merayakan anniversary ke-17 dengan doa bersama dan nobar Persebaya. Cak Pur optimistis Green Force juara Liga 2026.

Fasilitas WiFi BRI di Pasar Keputran Dukung Transaksi QRIS Lebih Mudah dan Cepat

SURABAYA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional Office Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor

EAZI Jadi Terobosan Baru TTL Percepat Pelayanan Kapal di Area Labuh

Terminal Teluk Lamong menerapkan EAZI atau Express Anchorage Zone Service pada 2026 untuk mempercepat pelayanan kapal dan mengurangi waktu pergantian antarkapal

TTL Siapkan Integrasi BESTI dengan PHINISI dan Inaportnet untuk Percepat Layanan Kapal

PT Terminal Teluk Lamong (TTL) siapkan pengembangan integrasi aplikasi BESTI dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI guna perkuat koordinasi layanan kapal

7 Bulan Ayah di Penjara, Bocah SD Ini Terus Bertanya: “Kapan Ayah Pulang, Ma?”

Anak Asmaul mempertanyakan keberadaan ayahnya yang sekitar 7 bulan tak kunjung pulang karena tersangkut kasus perjudian akibat ponsel miliknya ada aplikasi HGI

Gegara Aplikasi Gambar Kadal Milik HGI, Teknisi AC di Surabaya Mendekam 1 Tahun di Penjara

Gegara aplikasi Higgs Games Island (HGI) tampil di ponsel, berujung vonis satu tahun penjara terhadap tiga warga kawasan Simo, Surabaya