Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB

Pemkot Surabaya Targetkan Legalitas 5.250 UMKM Secara Gratis di 2026

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 20 Jan 2026 16:21 WIB
Ilustrasi UMKM di Surabaya (Istimewa)
Ilustrasi UMKM di Surabaya (Istimewa)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) terus berkomitmen untuk mendorong pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) untuk “naik kelas". Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 5.250 UMKM di Kota Pahlawan telah mendapatkan berbagai intervensi mulai dari pelatihan pemasaran hingga pendampingan legalitas produk.

Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa fokus utama pendampingan ini meliputi pelatihan pemasaran, sertifikasi halal, pendaftaran merek, dan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Kami memberikan pendampingan menyeluruh. Seringkali kendala di lapangan adalah pedagang ingin mengurus sertifikasi halal, namun belum memiliki NIB. Di sinilah peran kami untuk mendampingi prosesnya satu per satu hingga tuntas," ujar Mia Santi Dewi, Senin (19/1/2026).

Memasuki tahun 2026, pihaknya menargetkan angka yang sama sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni 5.250 UMKM. Namun, Mia menekankan bahwa target pada tahun ini bukan sekadar kuantitas, melainkan kualitas produk agar omzet pedagang turut terkerek naik.

“Targetnya sama seperti tahun kemarin untuk jumlahnya. Tetapi ada satu poin yang kami tambahkan yakni terkait pelatihan atau pendampingan yang dilakukan untuk membantu UMKM agar omzetnya naik,” imbuhnya.

Program ini pun membuahkan hasil manis bagi para pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK). Salah satunya dirasakan oleh Mila Via (48), pemilik stan "Angkringan Bestie" di SWK Bendul Merisi. Sebagai orang tua tunggal, Mila mengaku sangat terbantu dengan fasilitas gratis dari Pemkot Surabaya.

"Saya mulai berjualan dua tahun lalu setelah suami meninggal. Awalnya modal pas-pasan, tapi di SWK ini rombong gratis, meja kursi ada, bahkan listrik, air, hingga Wi-Fi disediakan Pemkot. Paling penting, NIB dan sertifikat halal saya diuruskan secara kolektif dan gratis. Sangat memudahkan," ungkap mantan karyawan perusahaan alat kesehatan ini.

Mila menambahkan, selain fasilitas fisik, dirinya juga merasakan dampak dari event-event yang digelar Pemkot Surabaya. Bahkan, stan di SWK-nya pernah meraih Juara 1 lomba kuliner antar-SWK pada acara yang digelar oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Dulu saya karyawan dengan gaji tetap, sekarang harus berinovasi sendiri. Tapi di sini saya nyaman karena waktu fleksibel untuk anak-anak dan didukung penuh oleh fasilitas pemerintah," imbuhnya.

Senada dengan Mila, M. Zainal Abidin (55), pedagang soto dan mie ayam yang telah bergabung di SWK Bendul Merisi sejak tahun 2007, juga merasakan manfaat legalitas gratis tersebut.

Meski sempat mengalami penurunan omzet pasca-pandemi, bantuan berupa rombong, sarana prasarana, hingga sertifikasi halal gratis membuatnya tetap bertahan.

"Semuanya gratis, dari rombong sampai sertifikat halal. Modal saya murni hanya untuk bahan baku saja. Ini sangat membantu kami masyarakat kecil untuk tetap mencari nafkah," kata Zainal yang kini mengantongi omzet sekitar Rp 5 juta per bulan.

Melalui program ini, Pemkot Surabaya berharap seluruh pedagang di SWK maupun UMKM lainnya tidak hanya sekadar berjualan, tetapi memiliki daya saing yang kuat melalui standarisasi produk dan legalitas yang lengkap. (Red)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bonek Green Army Rayakan Anniversary ke-17, Optimisme Juara Persebaya Menguat

Bonek Green Army merayakan anniversary ke-17 dengan doa bersama dan nobar Persebaya. Cak Pur optimistis Green Force juara Liga 2026.

Fasilitas WiFi BRI di Pasar Keputran Dukung Transaksi QRIS Lebih Mudah dan Cepat

SURABAYA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional Office Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor

EAZI Jadi Terobosan Baru TTL Percepat Pelayanan Kapal di Area Labuh

Terminal Teluk Lamong menerapkan EAZI atau Express Anchorage Zone Service pada 2026 untuk mempercepat pelayanan kapal dan mengurangi waktu pergantian antarkapal

TTL Siapkan Integrasi BESTI dengan PHINISI dan Inaportnet untuk Percepat Layanan Kapal

PT Terminal Teluk Lamong (TTL) siapkan pengembangan integrasi aplikasi BESTI dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI guna perkuat koordinasi layanan kapal

7 Bulan Ayah di Penjara, Bocah SD Ini Terus Bertanya: “Kapan Ayah Pulang, Ma?”

Anak Asmaul mempertanyakan keberadaan ayahnya yang sekitar 7 bulan tak kunjung pulang karena tersangkut kasus perjudian akibat ponsel miliknya ada aplikasi HGI

Gegara Aplikasi Gambar Kadal Milik HGI, Teknisi AC di Surabaya Mendekam 1 Tahun di Penjara

Gegara aplikasi Higgs Games Island (HGI) tampil di ponsel, berujung vonis satu tahun penjara terhadap tiga warga kawasan Simo, Surabaya