RLD dan Jamkrindo Perkuat Literasi Digital UMKM Surabaya, Bidik Pasar Lebih Luas

Reporter : Redaksi
Rumah Literasi Digital (RLD) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendorong penguatan kemampuan tersebut melalui pelatihan branding, produksi konten, dan pemasaran digital. Rld

SURABAYA – Penguasaan keterampilan digital menjadi salah satu kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghadapi persaingan pasar.

Rumah Literasi Digital (RLD) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendorong penguatan kemampuan tersebut melalui pelatihan branding, produksi konten, dan pemasaran digital.

Baca juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Latih 28 Kader Jurnalistik untuk Melawan Hoaks

Gelran yang berlangsung di HANAKA Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Minggu (25/10/2026), diikuti pelaku UMKM dari komunitas Markas UKM.

Peserta mendapatkan materi praktis untuk memperkuat identitas produk dan memanfaatkan kanal digital dalam kegiatan pemasaran.

Pelatihan menghadirkan empat praktisi dari bidang media daring, fotografi jurnalistik, SEO, dan produksi video.

Pemateri membagikan pengetahuan mengenai cara menyajikan produk secara menarik, membuat konten promosi, serta meningkatkan peluang usaha ditemukan calon konsumen.

Direktur RLD, Andika Ismawan, mengatakan, literasi digital bagi UMKM perlu diarahkan pada keterampilan yang bisa langsung digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis.

“Pelaku UMKM tidak harus memulai pemasaran digital dengan teknologi yang rumit atau biaya besar. Mereka bisa memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki, seperti telepon genggam, untuk membuat konten, membangun branding, dan memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Yang penting, keterampilan tersebut dipraktikkan secara konsisten agar memberikan dampak bagi usaha,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai branding, produksi konten, dan pemasaran digital dapat membantu pelaku usaha mengikuti perubahan perilaku konsumen.

"Pemanfaatan teknologi juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan promosi tanpa selalu bergantung pada pemasaran konvensional," imbuhnya.

Dampak pelatihan turut dirasakan peserta. Firman, pelaku usaha asal Kampung Margi, Pabean, Surabaya, menilai keterampilan promosi melalui telepon genggam dapat diterapkan secara langsung.

“Dengan bekal ini, kita bisa melakukan promosi langsung dari HP, membuat status, atau membagikan informasi ke grup WhatsApp masing-masing,” tandasnya.

RLD berharap kolaborasi dengan Jamkrindo dapat mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pembelajaran yang aplikatif.

Penguatan keterampilan digital diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi berlanjut pada penerapan strategi pemasaran dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Dengan kemampuan membangun merek, membuat konten, dan memanfaatkan berbagai kanal digital, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pertumbuhan usaha.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru