SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat konsep green port melalui modernisasi peralatan, elektrifikasi, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju operasional pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu pelopor terminal petikemas semiotomatis di Indonesia, TPK Teluk Lamong telah menerapkan teknologi Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, dan Optical Character Recognition (OCR).
Baca juga: EAZI Jadi Terobosan Baru TTL Percepat Pelayanan Kapal di Area Labuh
Dari sisi lingkungan, TTL mengembangkan elektrifikasi peralatan, pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, fasilitas shore power, serta pengelolaan lingkungan dalam aktivitas terminal.
Modernisasi juga dilakukan di terminal lain yang dikelola perusahaan, termasuk penambahan electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPK Nilam.
Direktur Utama TTL, David P. Sirait, menegaskan, pengembangan perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga keberlanjutan.
Baca juga: TTL Siapkan Integrasi BESTI dengan PHINISI dan Inaportnet untuk Percepat Layanan Kapal
"TTL berupaya memastikan peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan efisiensi energi, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan," ungkap David, Jumat (16/10/2026).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi yang mengantarkan TTL meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura.
Penghargaan Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026 untuk perusahaan dan Port/Terminal Visionary of the Year 2026 untuk David menjadi dorongan untuk melanjutkan inovasi menuju terminal yang semakin ramah lingkungan.
Editor : Redaksi